Ini “settingan pabrik” orang Banyumas: ngomong apa adanya, no filter, tapi bukan toxic. Bukan sok jujur biar kelihatan edgy, lebih ke hemat energi buat basa-basi. Di era flexing dan personal branding, cablaka terasa kayak anti-algorithm. Kalau ke Purwokerto, jangan kaget orang tanya langsung, “Kerjane apa? Gajine pira?” Itu bukan nyerang, itu versi lokal dari keep it real.
